Rabu, 30 November 2011

PENYEMAIAN BIBIT KALBASIA






Mulai dari ide kreatif semoga penyemaian bibit bisa lancar
Penyemaian
Penyemaian adalah penanaman biji/benih kedalam bedeng kecambahan (bedeng tabur) atau
langsung dalam polybag dengan tujuan mendapatkan kecambah. Cara penyemaian berbeda-beda
sesuai dengan beberapa karakteristik benih sebagai berikut :
a. Jenis Tanaman;
b. Ukuran Benih (besar, sedang, kecil, halus);
c. Daya viabilitas (Ortodhox, Recalcitrant);
d. Sifat kulit biji (kulit keras, tebal, tipis).
Secara garis besar, urutan prosedur penyemaian adalah sebagai berikut :
a. Pembuatan lubang tanah dan jalur semai;
b. Penyemaian.
Penyapihan
Penyapihan adalah kegiatan pemindahan kecambah (dari bedeng tabur) kedalam media pertumbuhan
di dalam kantung plastik (polybag).
Secara garis besar, urutan prosedur penyapihan adalah sebagai berikut :
a. Penyiraman bedeng tabur hingga jenuh;
b. Pencabutan kecambah secara hati-hati;
c. Pemindahan kecambah kedalam Polybag;
d. Penyiraman kembali sapihan secukupnya.
Pemeliharaan Bibit Sapihan
Kegiatan dalam pemeliharaan, pada dasarnya adalah pemberian beberapa perlakuan yang
dibutuhkan oleh bibit hingga bibit tersebut siap tanam di lapangan. Secara garis besar, pemeliharaan
ini meliputi kegiatan penyiraman dan pemberian naungan. Pada akhir pemeliharaan (sebelum ditanam
di lokasi penanaman), sebaiknya dilakukan proses pengerasan dengan cara pengurangan intensitas
penyiraman dan naungan secara perlahan-lahan (gradual). Pengerasan ini dimaksudkan agar bibit
siap untuk menghadapi kondisi lapangan, dimana kondisi relatif terbuka (intensitas cahaya tinggi), dan
tidak ada penyiraman intensif kecuali oleh air hujan.
Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan dalam pemeliharaan bibit sapihan:
a. Penyiraman;
b. Pemberian naungan;
c. Pengerasan.
Persiapan Lokasi Penanaman
Persiapan lokasi penanaman disesuaikan dengan jenis tanaman. Jenis toleran dan semi-toleran
membutuhkan naungan, sehingga pemilihan lokasi sebaiknya mengacu pada areal berhutan atau
152
Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia
areal lain yang bervegetasi. Untuk keperluan penanaman pengayaan (enrichment planting) ini,
sebaiknya diterapkan sistem jalur.
Sebaliknya, kegiatan rehabilitasi yang menggunakan jenis tanaman intoleran (tidak tahan naungan)
dapat dipilih lokasi yang relatif terbuka dengan jarak tanam yang agak rapat..
Secara umum, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Pembuatan jalur tanam;
b. Penentuan titik tanam;
c. Pembersihan piringan.
Bila lokasi berpotensi tergenang berat, maka perlu dibuat gundukan buatan (artificial mound system)
dengan diameter 1-2 meter, sesuai dengan tinggi gundukan. Tinggi gundukan tersebut sangat
tergantung pada kisaran muka air genangan.
Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam dilakukan pada titik yang telah ditentukan(ditandai oleh ajir). Secara garis
besar, urutan prosedur pembuatan lubang tanam adalah sebagai berikut :
a. Pembersihan sekitar titik tanam;
b. Pembuatan lubang tanam;
c. Pemasangan ajir di tengah-tengah lubang tanam.
Pengangkutan Bibit
Pengangkutan adalah pemindahan bibit dari persemaian ke lokasi penanaman. Alat transportasi yang
digunakan dapat berupa mobil bak, truk, lori, atau perahu.
Secara garis besar, urutan prosedur pengangkutan bibit adalah sebagai berikut :
a. Penyiraman bibit;
b. Pemuatan bibit;
c. Perjalanan;
d. Pembongkaran bibit.
Penanaman
Penanaman adalah kegiatan pemindahan bibit dari suasana terkontrol (persemaian) ke lubang tanam
pada lokas penanaman (suasana tidak terkontrol), sesuai dengan prosedur yang ada.
Secara garis besar, urutan kegiatan penanaman adalah sebagai berikut :
a. Penyiraman bibit yang akan ditanam;
b. Pembuangan polybag;
c. Penempatan bibit kedalam lubang tanam;
d. Penutupan lubang;
e. Pemasangan tanda ajir;
f. Penyiraman.
Pemeliharaan
Pemeliharaan dimaksudkan untuk memberikan ruang dan lingkungan yang memadai untuk
kelangsungan hidup dan pertumbuhan bibit. Salah satu prinsip pemeliharaan ini adalah
menghilangkan kompetisi yang berlebihan dengan vegetasi lain (gulma) dan menghilangkan material
lain yang tidak diperlukan.
Secara garis besar, kegiatan pemeliharaan terdiri dari beberapa kegiatan di bawah ini :
a. Pembuatan lubang tanah dan jalur semai;
b. Penyulaman;
c. Pembersihan piringan;
153
Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia
d. Pendangiran;
e. Penyiangan jalur tanam;
f. Pemupukan;
g. Pemangkasan cabang;
h. Penjarangan.
Teknik Silvikultur Jenis
Keberhasilan rehabilitasi dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pemilihan jenis (tanaman) yang
tepat. Setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memerlukan perlakuan yang
berbeda-beda pula, baik dalam pembuatan bibit maupun kegiatan lainnya. Karenanya, teknik
silvikultur setiap jenis harus diketahui. Dengan adanya teknik silvikultur setiap jenis tersebut,
diharapkan setiap jenis mendapatkan perlakuan yang tepat.
Secara umum, teknik silvikultur setiap jenis dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Teknik silvikultur setiap jenis
Species Pembibitan Ketahanan thd
Genangan Mound Sistem Tnm
(Jrk Tanam) Sistem Lokasi
Ramin Biji/CA Tidak tahan Ya Jalur
(5 m x 10 m)
Enrichment
Planting
Naungan
sedang-berat
Meranti Biji/CA Tidak Tahan Ya Jalur
(5 m x 10 m)
Enrichment
Planting
Naungan
sedang
Jelutung Biji Tahan Tidak Penanaman intensif
(5 m x 5 m)
Intensive
Replanting
Open area
Pulai Biji Tahan Tidak Penanaman intensif
(5 m x 5 m)
Intensive
Replanting
Open area
Rengas Biji/CA Tidak tahan Ya Jalur
(5 m x 10 m)
Enrichment
Planting
Naungan
sedang
Belangeran CA Tahan Tidak Jalur
(5 m x 10 m)
Intensive
Replanting
Open area
Durian Hutan Biji/CA Tidak Tahan Ya Jalur
(5 m x 10 m)
Enrichment
Planting
Open area
Rotan Biji/CA Tahan Ya Disesuaikan dengan
kondisi vegetasi
Enrichment
Planting
Naungan
ringan
Sagu CA Tahan Tidak Penanaman kaki Sungai Intensif
Replanting
Open area
Sungkai Stek Tidak Tahan Ya Penanaman intensif
(5 m x 5 m)
Intensive
Replanting
Open area
Kemiri Biji Tidak Tahan Ya Penananaman intenbsif
5 m x 10 m
Intensive
Replanting
Open area
Karet Biji/CA/Klon Tidak Tahan Ya Penanaman intensif
(5 m x 5 m)
Intensive
Replanting
Open area
Pinang Biji Tidak Tahan Ya Penanaman intensif &
tnm pagar
(1 m x 2 m, 3 m x 3 m)
Intensive
Replanting
Open area